Startup logistik asal Indonesia mengumumkan perolehan pendanaan Seri B senilai 120 juta dolar AS yang dipimpin oleh konsorsium investor global. Pendanaan ini menjadi salah satu yang terbesar di sektor logistik Asia Tenggara tahun ini.

Dana segar tersebut akan digunakan untuk memperluas jaringan gudang otomatis, mengembangkan teknologi perencanaan rute berbasis kecerdasan artifisial, dan memperkuat layanan logistik di daerah.

Co-founder dan CEO perusahaan menyebut pendanaan ini sebagai pengakuan atas pertumbuhan bisnis yang mencapai tiga kali lipat dalam dua tahun terakhir, melayani lebih dari 40.000 pelaku usaha.

Perusahaan berencana merekrut 500 tenaga kerja baru, termasuk insinyur perangkat lunak dan analis data, serta membuka pusat riset di Bandung dan Yogyakarta.

Analis industri menilai sektor logistik digital Indonesia masih memiliki ruang tumbuh besar, didorong pesatnya adopsi e-commerce dan kebutuhan rantai pasok yang lebih efisien.