Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi meluncurkan kurikulum baru berbasis kompetensi dan karakter yang akan diterapkan secara bertahap mulai tahun ajaran 2027.
Kurikulum ini menekankan penguasaan literasi, numerasi, dan keterampilan berpikir kritis, dengan porsi proyek kolaboratif yang lebih besar dibandingkan hafalan materi.
Uji coba terbatas telah dilakukan di 500 sekolah di 34 provinsi selama dua tahun terakhir, dengan hasil evaluasi yang positif dari para guru dan orang tua.
Menteri menyebut program pelatihan guru akan menjadi prioritas, karena kualitas pembelajaran sangat ditentukan oleh kesiapan pendidik di lapangan.
Organisasi profesi guru menilai arah kurikulum ini relevan dengan kebutuhan abad ke-21, tetapi meminta pemerintah memastikan kesiapan sarana di daerah tertinggal.