Badan Pusat Statistik mencatat inflasi Juni 2026 sebesar 2,8 persen secara tahunan, tetap berada dalam kisaran sasaran pemerintah. Tekanan harga pangan mulai mereda seiring panen raya dan membaiknya distribusi logistik.
Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menyumbang andil terbesar, diikuti kelompok transportasi yang dipengaruhi penyesuaian harga bahan bakar pada awal tahun.
Kepala ekonom bank sentral menilai angka ini menunjukkan daya beli masyarakat yang mulai pulih, tercermin dari naiknya penjualan ritel dan konsumsi listrik rumah tangga pada kuartal kedua.
Pemerintah menyatakan akan terus menjaga stabilitas harga melalui operasi pasar murah dan penguatan cadangan pangan pemerintah, terutama menjelang momen-momen puncak permintaan.
Ke depan, risiko utama datang dari gejolak harga pangan global dan pergerakan nilai tukar. Para pengamat meminta otoritas tetap waspada namun tidak perlu buru-buru mengubah kebijakan moneter.