Para pakar kesehatan mengingatkan kembali bahaya konsumsi gula berlebih pada anak di tengah paparan layar dan makanan olahan yang kian masif. Konsumsi gula harian anak Indonesia diperkirakan melampaui rekomendasi dua kali lipat.
Asosiasi dokter anak mencatat peningkatan kasus obesitas dan gigi berlubang pada anak usia sekolah dalam lima tahun terakhir, yang sebagian besar berkaitan dengan minuman manis kemasan.
Ketua perhimpunan endokrinologi anak menjelaskan bahwa kelebihan gula meningkatkan risiko diabetes tipe 2, gangguan metabolik, serta penurunan konsentrasi belajar pada anak.
Pemerintah berencana memperketat aturan promosi minuman tinggi gula yang menyasar anak, termasuk pembatasan iklan pada platform digital dan kewajiban pelabelan nutrisi yang lebih jelas.
Orang tua diimbau membatasi minuman manis, memperbanyak air putih, dan membiasakan pola makan seimbang dengan buah serta sayur sebagai bagian dari gaya hidup keluarga.